Kamis, 19 Juli 2012

Tiga Hal Klasik Penyebab Kegagalan Persib

Tiga Hal Klasik Penyebab Kegagalan Persib
Mantan pemain Persib Bandung, Mustika Hadi, menilai ada tiga hal yang selalu menjadi kegagalan tim Persib setiap tahunnya. Meski tidak terlibat langsung di kepengurusan tim Persib senior, namun Mustika turut melakukan evaluasi atas kegagalan Persib.
Hal itu dikemukakan Mustika yang ditemui di Stadion Siliwangi, belum lama ini.
“Saya langsung saja evaluasi. Kegagalan Persib setiap tahun itu ada tiga hal. Satu, seringnya pertukaran pelatih-pelatih. Dua, lemahnya analisis dan evaluasi seorang pelatih di sana. Dan ketiga, tidak menjadikan pemain muda itu sebagai rangkaian strategi,” papar Mustika.
Mengenai poin pertama, sudah 3 musim terakhir ini Persib melakukan sampai 5 pergantian pelatih. Yakni Daniel Darko Janacovic, Jovo Cuckovic, Daniel Roekito, Drago Mamic dan Robby Darwis. Hal itu dinilai Mustika tidak efektif.
Di poin kedua, pelatih Persib U21 ini menyatakan Persib sering kali lemah di partai tandang. Padahal menurutnya perbedaan laga kandang dan tandang hanya terletak pada lokasi dan suasana pertandingan. Sedangkan lawan yang dihadapi tetap sama.
“Kalau analisis kuat, evaluasi yang kuat dengan lawan yang sama, tidak akan terjadi kekalahan. Saya pikir seperti itu. Hanya membedakan penonton dengan lapangan. Tapi lawan sama,” terang Mustika.
Dan terakhir mengenai keterlibatan pemain muda, bagi Mustika keberadaan pemain muda di dalam tim itu harus dioptimalkan. Pemain muda sangat berguna terutama di laga tandang. Buktinya, saat Persib melawan Persiram di Raja Ampat, 7 pemain muda yang diturunkan saat itu bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berhasil memenangi pertandingan.
“Bagaimana seorang pelatih menilai dua kali tandang, dimana pemain muda, pemain senior ditempatkan, mana draw, mana menang. Pemain muda itu sangat berarti. Kemarin aja diberi kesempatan main di Raja Ampat bisa menang. Itu satu jawaban sebetulnya bagi seorang pelatih, untuk menganalisis lebih lanjut soal pemain muda,” pungkasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar